Menu
Suara Masyarakat Indonesia

Soto Kudus Diracik dari Daging Kerbau, Ternyata Ada Makna Toleransinya

  • Share
Soto Kudus Diracik dari Daging Kerbau, Ternyata Ada Makna Toleransinya


Kudus

Ke Kudus, Jawa Tengah rasanya kurang pas jika belum mencicipi soto kerbau. Di balik kenikmatannya, kuliner soto kerbau memiliki makna toleransi mendalam.

Soto kerbau atau populer dengan sebutan soto Kudus ini menjadi kuliner andalan ketika datang ke Kota Kretek. Soto Kudus bisa dijumpai di seluruh pojok kota. Salah satunya di Jalan HM Subhan ZE Desa Purwosari Kecamatan Kota. Terdapat sebuah warung soto kerbau milik Emy Zumi Wulandari.

Di warung yang bernama Soto Kerbau Pengkol itu bisa ditemui makanan khas Kudus tersebut. Menu andalannya soto Kudus dan sate kerbau.

Soto Kudus sendiri hampir sama dengan soto daerah lainnya. Pelengkapnya ada bawang goreng, seledri hingga terdapat sambal kecapnya. Namun bedanya ada pada daging yang dipakai yaitu kerbau dan disajikan di mangkuk mungil.

Soto Kudus Diracik dari Daging Kerbau, Ternyata Ada Makna Toleransinya Foto: Dian Utoro Aji

“Bumbu ya sama. Bedanya ada daging ayam, sapi, (tapi) ini kerbau ya seperti ini,” kata Emy ditemui di warungnya, Sabtu (17/6/2021).

Menurutnya untuk mengolah soto Kudus tidak jauh berbeda dengan soto daerah lain. Hanya kata dia soto Kudus tidak memerlukan santan. Menurutnya kuah soto Kudus bening dan segar.

“Untuk masak sendiri mudah sih, kalau soto ayam ada kuahnya mengandung santan ya kalau kerbau ini tidak ada santannya. Kuahnya bening, seger, jadi lebih hampir kayak sop bisa. Kalau resep nenek moyang yang sudah ada sejak dulu itu,” ungkapnya.

Terkait rasa, menurutnya soto Kudus memiliki ciri khas. Karena soto Kudus dibuat menggunakan rempah-rempah yang rasanya khas. Hal tersebut pun menjadi pembeda selain dagingnya dari kerbau juga rasanya ada rempah-rempahnya.

“Rasa untuk soto kerbau itu khasnya dari rempah-rempahnya yang paling menonjol itu kayu manis. Itu paling menonjol dari rasa. Untuk bawang untuk, soto ayam, soto kerbau samanya. Tapi kalau untuk soto kerbau yang khas menonjol kayu manis,” terang Emy.

Soto Kudus Diracik dari Daging Kerbau, Ternyata Ada Makna ToleransinyaSoto Kudus Diracik dari Daging Kerbau, Ternyata Ada Makna Toleransinya Foto: Dian Utoro Aji

Tidak kalah unik, kata dia soto Kudus disajikan di sebuah mangkuk berukuran kecil. Menurut Emy makan soto Kudus paling cocok ditemani kerupuk rambak dan sate kerbau.

“Mangkuk itu sebenarnya sama aja, bisa dibuat mangkuk yang besar. Untuk di Kudus sendiri orang bilang untuk khas Kudus Kulon, ini maunya kecil. Itu untuk soto kerbau. Biasanya kerupuk rambak, terus juga ada sate kerbau untuk menemani makan soto kerbau,” jelas Emy yang merupakan penjual soto Kudus generasi keempat tersebut.

Untuk menikmati soto Kudus pembeli tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Sebab dengan harga Rp 17 ribu per porsi bisa menikmati kuliner kota Kretek itu.

Soto Kudus Diracik dari Daging Kerbau, Ternyata Ada Makna ToleransinyaSoto Kudus Diracik dari Daging Kerbau, Ternyata Ada Makna Toleransinya Foto: Dian Utoro Aji

“Harganya Rp 17 ribu per porsi. Kalau kondisi pandemi seperti sekarang agak sepi ya, karena ada PPKM Darurat,” ungkapnya.

Dihubungi terpisah, pemerhati sejarah sekaligus Dosen IAIN Kudus Moh Rosyid mengatakan kuliner soto Kudus merupakan warisan leluhur cerita tentang Sunan Kudus menghormati umat Hindu di Kudus pada waktu dulu. Ia memerintahkan agar tidak menyembelih sapi.

“Itu terkait dengan Sunan Kudus yang menghormati umat Hindu waktu itu dengan tidak menyembelih sapi. Itu merupakan cerita dari turun temurun secara lisan oleh masyarakat di Kudus,” ungkap Rosyid dihubungi via sambungan telepon.

Simak Video “Gurih Kental Kuah Soto Kudus Ayam Kampung Garuda
[Gambas:Video 20detik]
(adr/adr)




Selanjutnya

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *