Menu
Suara Masyarakat Indonesia

Sepak Terjang Ari Kuncoro: Pernah Komut BNI, Mundur dari Wakomut BRI dan Pilih Jadi Rektor UI : Okezone Economy

  • Share
https: img.okezone.com content 2021 07 22 278 2444299 sepak-terjang-ari-kuncoro-pernah-komut-bni-mundur-dari-wakomut-bri-dan-pilih-jadi-rektor-ui-kUH73DagyW.jpg

JAKARTA – Rektor UI Ari Kuncoro resmi mundur dari jabatan Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Dengan demikian, Ari Kuncoro lebih memilih menjadi rektor UI.

Sekretaris Perusahaan BRI Aestika Oryza Gunarto mengatakan, Kementerian BUMN telah menerima surat pengunduran diri Ari Kuncoro dari jabatannya selaku Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen BRI per tanggal 21 Juli 2021.

“Sehubungan itu, Perseroan akan menindaklanjuti sesuai ketentuan dan prosedur,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Kamis (22/7/2021).

Lalu bagaimana sepak terjang Ari Kuncoro selama ini? Berikut rangkumannya

Ari Kuncoro diangkat Kementerian BUMN selaku pemegang saham mayoritas sebagai Wakil Komisaris Utama BRI sejak 18 Februari 2020 lalu. Sebelum ke BRI, Ari Kuncoro pernah menjabat sebagai Komisaris Utama/Independen PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) pada 2017 hingga 2020.

Sementara, Ari Kuncoro ditunjuk sebagai Rektor UI sejak 2019 dengan masa jabatan hingga 2024.

Padahal, dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 Tahun 2013 Tentang Statuta Universitas Indonesia rektor dilarang memiliki jabatan di BUMN. Hal ini menjadi perkara kritikan sejumlah pihak.

Tak berselang lama Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun resmi mengizinkan Ari Kuncoro, melakukan merangkap jabatan. Keputusan tersebut diambil melalui penerbitan PP 75 Tahun 2021 tentang Statuta UI. Peraturan tersebut yang kemudian menggantikan PP 68 Tahun 2013 tentang Statuta UI.

Adapun sepak terjang Ari sebelum mengisi posisi strategi dalam emiten perbankan pelat merah tersebut. Ari Kuncoro resmi dipilih menjadi Rektor UI periode 2019-2024. Pemilihan ini diawali dengan proses penyaringan oleh pansus Pilrek yang dimulai pada 2-15 September 2019.

Ari pernah mengenyam pendidikan di Universitas Indonesia pada tahun 1981-1986. Di sana, Ia berhasil meraih gelar S.E dengan konsentrasi Ekonomi Moneter. Demikian data yang disampaikan dalam debat Rektor UI, Rabu (25/9/2019).

Kemudian, dia langsung melanjutkan pendidikan S2 nya di University of Minnesota pada tahun 1986-1990 dengan meraih gelar Master of Arts. Di Minnesota, ia mengambil jurusan Development Economics.

Tidak berhenti sampai situ, Ari berjuang untuk mendapatkan gelar PH.D ekonomi di Brown University pada tahun 1990. Ia menyelesaikan pendidikannya 4 tahun kemudian.

Perjalanan kariernya pun tidak jauh dari UI. Selain menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Ari mengabdikan dirinya di FEB UI sebagai guru besar Ilmu Ekonomi. Dia juga menjadi peneliti senior di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB UI, meskipun status awalnya hanya sebagai asisten peneliti.

Sedikit demi sedikit jabatannya mulai naik. Pada 1998, dia ditunjuk menjadi Wakil Dekan di FEB UI. Selanjutnya, Ari menduduki posisi Dekan FEB UI pada 2013 hingga saat ini (sebelum diresmikan menjadi rektor periode 2019-2024).

Sejumlah prestasi pun pernah dia torehkan. Ari pernah dinobatkan sebagai peneliti terbaik FE UI pada 2005-2006. Lalu, dia pernah menjadi juara ketiga kategori Dosen Berprestasi Tingkat Nasional pada 2007.

Pada sistem pemilihan Rektor UI dengan menggunakan metode voting. Ari Kuncoro sukses mengumpulkan 16 suara. Kemudian disusul oleh Prof. Dr. rer. net Abd Haris dengan 7 suara, dan Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, MPH. SpOG(K) membuntuti di peringkat ketiga tanpa memenangkan satu pun suara.

Selanjutnya

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *