Menu
Suara Masyarakat Indonesia

Rebalancing Saham-Reksa Dana, Begini Penjelasan BP Jamsostek!

  • Share
Rebalancing Saham-Reksa Dana, Begini Penjelasan BP Jamsostek!

Jakarta, CNBC Indonesia – BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) menjelaskan strategi dalam melakukan rebalancing (penyesuaian kembali) portofolio investasi khususnya di instrumen pasar modal yakni saham dan produk lainnya termasuk reksa dana.

Direktur Pengembangan Investasi BP Jamsostek Edwin Ridwan menegaskan pihaknya senantiasa melakukan pengelolaan investasi sesuai dengan regulasi yang ditetapkan.

Dirinya menerangkan, regulasi yang mengikat dan selalu dipatuhi yaitu, PP Nomor 55 tahun 2015 dan PP Nomor 99 tahun 2013.


“Setiap kegiatan investasi yang dilakukan juga telah melalui proses kajian fundamental, teknikal, manajemen risiko dan compliance yang komprehensif,” tegas dia, dalam keterangan resmi, Kamis ini (1/4/2021).

Strategi investasi BP Jamsostek, lanjut Edwin, mengutamakan hasil yang optimal untuk peserta, dengan mempertimbangkan prinsip kepatuhan dan kehati-hatian.

Investasi BP Jamsostek memastikan kesesuaian kebutuhan liabilitas setiap program (Asset Liability Matching – ALMA,red).

Tentunya tetap memperhatikan kondisi perekonomian, termasuk perkembangan di pasar modal, sehingga pengelolaan portofolio bersifat dinamis.

“Dalam jangka panjang, 10-15 tahun, BP Jamsostek masih melihat pasar modal khususnya instrumen berbasis ekuitas sebagai investasi yang mempunyai potensi daya ungkit return,” tegasnya.

Foto: Investasi BP Jamsostek 2019
Investasi BP Jamsostek 2019

Namun saat ini, katanya, kondisi pasar modal banyak dipengaruhi sentimen global dan dampak negatif pandemi Covid-19, sehingga memicu peningkatan volatilitas.

Sebab itu, sambungnya, BP Jamsostek mempertimbangkan penyesuaian portofolio investasi yang dilakukan secara bertahap dalam jangka panjang, dengan menambah alokasi pada surat utang, baik SBN (surat berharga negara) maupun surat utang korporasi yang memenuhi persyaratan.

Selain itu, BP Jamsostek juga akan mengoptimalkan investasi langsung, salah satunya melalui kerja sama investasi dengan sovereign wealth fund (SWF) yakni Indonesia Authority Investment (INA).

Penyesuaian ini tentunya akan mempengaruhi bobot alokasi investasi berbasis ekuitas secara alamiah seiring dengan pertumbuhan dana.

“Per-Februari 2021, total dana kelolaan BP Jamsostek sebesar Rp 489,89 triliun, dengan rata-rata pertumbuhan tahunan 17% CAGR. Aset alokasi Februari 2021 di antaranya, deposito 12%, saham 14%, reksa dana 8%, surat utang 65%, investasi langsung 1%,” katanya.

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)


Sumber CNBC

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *