Menu
Suara Masyarakat Indonesia

PMTHMETD Jadi Ajang Pembantaian Ritel, Ini Penjelasan BEI

  • Share
PMTHMETD Jadi Ajang Pembantaian Ritel, Ini Penjelasan BEI

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan penjelasan atas kritik yang diutarakan mantan Direktur Utama BEI, Hasan Zein Mahmud mengenai penerbitan saham baru melalui skema Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) yang merugikan investor publik karena penyetoran modal di bawah harga pasar.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna menyampaikan, salah satu privelese perusahaan publik adalah bisa menghimpun dana melalui PMTHMETD untuk mengembangkan bisnis maupun memperbaiki keuangan perusahaan.

Menurut Nyoman, pada praktiknya, penambahan modal melalui skema ini bisa melalui private placement, program kepemilikan saham oleh karyawan (MESOP) hingga konversi utang menjadi saham.


Bursa, kata Nyoman telah mengatur ketentuan mengenai harga pelaksanaan PMTHMETD sebesar 90%, atau dengan diskon sebesar 10% dari rata-rata harga penutupan saham perusahaan tercatat selama 25 hari sebelum permohonan pencatatan. Ketentuan ini diatur dalam lampiran II Keputusan Direksi Bursa No. Kep-00183/BEI/12-2018 tentang Perubahan Peraturan Nomor I-A, yang telah diberlakukan sejak 2018.

“Hal ini untuk memberikan insentif bagi investor strategis dalam pelaksanaan private placement, maupun karyawan perusahaan tercatat yang ikut serta dalam program kepemilikan saham oleh karyawan,” ujar Nyoman kepada awak media, Selasa (6/4/2021).

Selain itu, lanjut Nyoman, pengaturan harga PMTHMETD juga telah mengacu best practices di bursa-bursa global, di mana penetapan minimal harga pelaksanaan diberikan diskon dari harga pasar. Regulator di Inggris, Hong Kong, Singapura dan Malaysia juga mengatur diskon yang berkisar antara 5% sampai dengan 20%.

“Bursa dalam menyusun peraturan, tidak hanya mempertimbangkan kepentingan perusahaan tercatat, namun juga mempertimbangkan perlindungan investor,” jelasnya.

Sebelumnya, mantan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Hasan Zein Mahmud geram dengan praktik private placement yang menyetor modal baru ke emiten di bawah harga pasar. Meski, ia tidak secara spesifik menyebut emiten tertentu.

“Yang satu ini sungguh membuat saya sedih, marah dan geram. Private placement (PMTHMETD) dengan menyetor jumlah di bawah harga pasar. Sekali lagi penyetoran modal baru oleh pihak pihak tertentu, pada sebuah perusahaan terbuka, di bawah harga pasar!” tulis pesan singkat Hasan Zein yang diterima CNBC Indonesia, Selasa (6/5/2021).

“Tak mengira kalau bangunan itu kemudian dijadikan altar pembantaian investor ritel publik secara terbuka untuk jadi santapan pengendali dan kroni kroninya.”

Menurut Hasan Zein, praktik semacam ini menunjukkan aspek fairness tidak ada di pasar modal Indonesia. Slogan mengenai level of playing field, etika bertarung, good corporate governance dan rule of conducts terkesan omong kosong belaka.

“Pembiaran terhadap praktek semacam itu, di mata saya, membuat otoritas dan SRO nampak tak lebih dari penjaga bisu dan wasit wasit boneka,” tegas Hasan.

[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)


Sumber CNBC

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *