Menu
Suara Masyarakat Indonesia

Penjelasan Lengkap Bos Pertamina Soal Musibah Kilang Balongan

  • Share
Penjelasan Lengkap Bos Pertamina Soal Musibah Kilang Balongan

Jakarta, CNBC Indonesia – Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati buka-bukaan soal terbakarnya tangki kilang Balongan pada 29 Maret lalu. Menurutnya empat tangki yang terbakar dibangun pada tahun 2004 dan sampai saat ini masih dimanfaatkan.

Dihadapan para anggota dewan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panja di Komisi VII DPR RI, Senin, (05/04/2021) Nicke mengatakan tiga dari empat tangki kilang yang terbakar dalam keadaan kosong. Hal ini ada alasannya.

“Kenapa tiga lain kosong, jadi dari tangki ini ada pipa ke Terminal BBM (TBBM) Balongan, sehingga kita atur flow-nya begitu, kita turunkan alirkan ke sana baru isi lagi,” ungkapnya.

Ia pun menjelaskan ada 72 total tangki di Kilang Balongan. Dengan empat tidak beroperasi, maka pengiriman ke TBBM dipercepat.

“Kita lakukan percepat pengirimannya dari kilang ke TBBM, ada tangki di sebelahnya kita atur kita buka kerannya ini lebih cepat,” jelasnya.

Kilang Balongan memiliki kontribusi hingga 12% pada produksi nasional. Produk yang dihasilkan di antaranya gasoline, gasoil, LPG, polypropylene.


Sementara minyak mentah (crude) yang diolah di Kilang Balongan memiliki macam 17 jenis. Sebanyak 14 dari domestik sementara tiga dari impor.

“Kami sampaikan kilang ini sebagian besar memproses crude hasil KKKS dari dalam negeri hanya tiga jenis saja dari luar,” tuturnya.

Lokasi kebakaran tangki berada di area seluas 2 hektar. Kilang Balongan memiliki total area yang sudah ada bangunan mencapai 180 hektar dari 250 hektar.

Foto: Kebakaran Kilang Minyak Balongan (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Kebakaran Kilang Minyak Balongan (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Di kesempatan yang sama Nicke juga meng-update warga yang terdampak dari kejadian tersebut. Akibat kebakaran ini sebagian warga masih berada di lokasi pengungsian.

Per Senin, masyarakat di pengungsian ada 890 orang. Sebanyak dua di antaranya adalah disabilitas dan sudah dievakuasi ke rumah sakit.

“Jumlah Kartu Keluarga (KK), anak-anak di bawah 18 tahun 305 orang, kemudian jumlah desa 4 desa, manula yang lebih dari 60 tahun 54 orang,” kata Nicke.

 Sebanyak 35 orang luka dalam kejadian ini. Namun 25 di antaranya sudah diperbolehkan pulang. Sisanya empat orang di rumah sakit Pertamina Balongan dan enam orang di rumah sakit Pertamina Pusat di Jakarta.

[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)


Sumber CNBC

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *