Menu
Suara Masyarakat Indonesia

Mengenal Actemra yang Dipakai Ari Lasso, Obat Paling Ultimate untuk Pengobatan Covid-19 : Okezone Lifestyle

  • Share
https: img.okezone.com content 2021 09 08 612 2468328 mengenal-actemra-yang-dipakai-ari-lasso-obat-paling-ultimate-untuk-pengobatan-covid-19-RDyzSqQouF.jpg

PENYANYI Ari Lasso memang diketahui pernah terpapar Covid-19 hingga cukup parah. Hal ini pun dia ungkapkan dalam podcast bersama Deddy Corbuzier.

Menurut Ari Lasso, saking parahnya dia sampai mengonsumsi Tocilizumab atau actemra. “Dokter tanya, separah apa covidnya? Cukup Parah Dok sampai actemra,” kata Ari Lasso ke Deddy Corbuzier.

Memang tocilizumab atau yang dijual dengan merek Actemra saat ini dikenal sebagai salah satu obat imunosupresif paling tinggi atau ultimate, sebagai obat terapi pengobatan pasien Covid-19.

Obat dengan bentuk injeksi ini disebutkan telah mendapat persetujuan izin penggunaan darurat Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika, FDA sebagai injeksi untuk merawat orang dewasa dan anak-anak tertentu berusia 2 tahun ke atas yang dirawat di rumah sakit yang terinfeksi Covid-19.

Sebelum pandemi Covid-19, mengutip Medlineplus, injeksi tocilizumab atau Actemra digunakan sendiri atau dalam kombinasi dengan obat lain untuk meredakan gejala jenis radang sendi tertentu dan kondisi lain.

Rheumatoid arthritis: Kondisi di mana tubuh menyerang persendiannya sendiri, menyebabkan rasa sakit, bengkak, dan kehilangan fungsi). Situasi ini biasanya terjadi pada orang dewasa.

Giant cell arteritis: Kondisi yang menyebabkan pembengkakan pembuluh darah, terutama di kulit kepala dan kepala pada orang dewasa.

Penyakit paru: Penyakit paru interstisial terkait sklerosis sistemik atau lebih dikenal dengan sebutan skleroderma terkait ILD. Penyakit paru-paru yang melibatkan jaringan parut pada paru-paru pada orang dewasa.

PJIA: polyarticular juvenile idiopathic arthritiS, sejenis radang sendi yang mempengaruhi lima atau lebih sendi selama enam bulan pertama kondisi tersebut, menyebabkan rasa sakit, bengkak, dan kehilangan fungsi. Terjadi pada anak-anak usia 2 tahun atau lebih.

SJIA: Systemic juvenile idiopathic arthritis, kondisi yang menyebabkan peradangan di berbagai area tubuh, menyebabkan demam, nyeri dan pembengkakan sendi, kehilangan fungsi, dan keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan pada anak-anak berusia 2 tahun atau lebih.

Badai Sitokin: Kondisi yang dialami Deddy Corbuzier saat positif terinfeksi Covid-19 adalah sindrom pelepasan sitokin, reaksi yang parah dan bisa mengancam jiwa pada orang dewasa dan anak-anak berusia 2 tahun atau lebih terjadi setelah menerima infus imunoterapi tertentu.

Secara efek samping, obat tocilizumab secara umum menyebabkan sakit kepala, hidung berair, bersin-bersin, kemerahan, gatal, nyeri, atau pembengkakan di area tempat obat tocilizumab tersebut disuntikkan.

Bagaimana dengan harganya? Well, sama dengan obat gammaraas yang tidak murah, obat tocilizumab atau Actemra ini juga dibanderol dengan harga yang cukup mahal bagi masyarakat kebanyakan.

Merujuk pada Keputusan Menteri nomor HK.01.07/MENKES/4826/2021 tentang Harga Eceran Tertinggi Obat Dalam Masa Pandemi Covid-19. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menetapkan harga untuk obat tocilizrrmab 400 mg/20 ml (Infus) harga ecerannya mencapai Rp5.710.600 per vial, sementara tocilizumab 8o mg/4 ml (Infus) dijual seharga Rp1.162.200 per vial.

Selanjutnya

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *