Menu
Suara Masyarakat Indonesia

Masuk 10 Orang Terkaya RI, Ternyata Ini Sumber Harta Jerry Ng

  • Share
Masuk 10 Orang Terkaya RI, Ternyata Ini Sumber Harta Jerry Ng

Jakarta, CNBC Indonesia – Pengusaha dan bankir kawakan Jerry Ng masuk dalam jajaran 10 orang terkaya di Indonesia versi Forbes pada 2021. Ia merupakan pendatang baru dalam jajaran 10 orang terkaya versi Forbes tahun lalu.

Menurut laporan Forbes terbaru, Jerry Ng yang sebelumnya berada di peringkat ke-44 sebagai orang terkaya di Indonesia kini merangsek ke urutan ke-7 dengan kekayaan bersih US$ 2,5 miliar atau setara Rp 35 triliun (kurs Rp 14.000/US$0 per April 2021, meningkat pesat dari dengan kekayaan bersih September 2020 sebesar US$ 600 juta atau setara Rp 8,4 triliun.

Kekayaan Jerry pada 2021, bahkan mengalahkan pengusaha dan pendiri Grup Saratoga, Edwin Soeyadjaya dengan kekayaan bersih US$ 580 juta dan pendiri Medco Energi, Arifin Panigoro dengan kekayaan bersih US$ 550 juta.


Lantas, dari mana sumber pundi-pundi kekayaan eks Direktur Utama PT Bank BTPN Tbk (BTPN) ini?

Sumber terbesar kekayaan Jerry Ng berasal dari Bank Jago (ARTO). Ia merupakan founder sekaligus pemegang saham terbesar di bank tersebut. Harga saham Bank Jago sendiri telah naik dari Rp 100 menjadi sektor Rp 10.000 sejak perusahaan eks Bank Artos ini mengumumkan menjalankan konsep neo bank (bank digital murni).

Sejak tahun lalu, saham emiten yang dicaplok Jerry Ng dan Patrick Walujo ini memang terus menanjak, terutama sejak awal tahun ini.


Jerry masuk ke ARTO melalui PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia (MEI).

Selain Jerry, koleganya, Patrick Walujo masuk melalui Wealth Track Technology Ltd (WTT), perusahaan investasi berbasis di Hong Kong yang menguasai 13,35%. Total keduanya. mengendalikan Bank Jago sebesar 51%.

Jerry dan sejumlah pihak mengakuisisi Bank Artos melalui MEI secara resmi pada 26 Desember 2019, seperti terungkap dalam keterbukaan informasi BEI.

MEI mengakuisisi 454,15 juta saham ARTO pada harga Rp 395/saham. Nilai akuisisi itu setara dengan Rp 179,39 miliar. Setelah transaksi tersebut maka MEI memiliki 37,65% saham di Bank Artos, sebelum berganti nama menjadi Bank Jago pada Juni 2020.

Kemudian, pada April 2020, Bank Jago merampungkan pelaksanaan penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue dengan target dana mencapai Rp 1,34 triliun. MEI menambah jumlah kepemilikan saham di ARTO dengan membeli di harga Rp 139/saham.

Terbaru, pada akhir Maret lalu, MEI dan WTT, menambah kepemilikan saham perseroan tapi persentase kepemilikan menyusut atau terdilusi.

Dalam pengumuman yang disampaikan Direktur MEI, Anika Faisal, MEI membeli sebanyak 42,60 juta saham Bank Jago di harga Rp 2.350 per saham. Nilai transaksi ini mencapai Rp 100,11 miliar dan telah dilaksanakan pada 12 Maret 2021.

Dengan pembelian saham ini, maka, persentase kepemilikan saham MEI di Bank Jago bertambah menjadi 4.129.978.125 saham atau setara 29,81% dari sebelumnya sebanyak 4.087.378.125 saham atau 37,65%.

Sekadar gambaran, Bank Jago adalah bank yang fokus sepenuhnya menjadi bank digital. Sebelumnya, bank ini didirikan di Bandung dengan nama Bank Artos. Kemudian, pada 2019, Bank Artos diakuisisi oleh WTT dan Jerry Ng melalui MEI dan bersalin nama menjadi Bank Jago.

Kemudian, Gojek melalui PT Dompet Karya Anak Bangsa, juga menjadi bagian pemegang saham perseroan dengan kepemilikan sebesar 22,16%.

Adapun ARTO mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia pada 12 Januari 2016 dengan harga IPO Rp 132 per saham.

Jerry Ng bukan nama baru, keduanya sudah malang melintang di industri keuangan nasional dan bahkan luar negeri.

Jerry sebelumnya menakhodai BTPN sebagai direktur utama selama satu dekade dan berhasil melesatkan total aset bank ini menjadi 10 kali lipat

Namun, dia memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan kariernya di BTPN setelah bank tersebut merger dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia.

Pada 2003 lalu, Jerry juga pernah berkarier di Bank Danamon namun hengkang pada September 2007. Dia juga tercatat pernah bekerja di PT Bank Central Asia Tbk dan Grup Astra. Sejumlah jabatan penting pernah diembannya seperti Deputi Presiden Direktur di PT Bank Universal, Presiden Direktur di PT Federal International Finance (FIF), dan menjadi Komisaris di PT Astra Colonial Mutual Group Life.

 

[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)


Sumber CNBC

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *