Menu
Suara Masyarakat Indonesia

Luhut: Meski Lulusan Tentara, Saya Juga Pernah Jadi Menteri Keuangan : Okezone Economy

  • Share
https: img.okezone.com content 2021 09 09 320 2468468 luhut-meski-lulusan-tentara-saya-juga-pernah-jadi-menteri-keuangan-aFYzEhh0V7.jpg

JAKARTA – Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bercerita bahwa dirinya pernah menjadi Menteri Keuangan sementara. Selain itu, Luhut juga pernah menjabat Menteri Perindustrian dan Perdagangan (Menperindag) pada tahun 2001.

Luhut menceritakan pengalaman dirinya pernah menjadi Menperindag. Luhut pernah mengusulkan Sabang menjadi kawasan pelabuhan bebas dan dilakukan agar supaya ekspor dan impor bisa dilakukan lebih mudah di Aceh.

“Saya terus terang dengan Aceh ini, punya kesan tersendiri buat saya, waktu saya Menperindag di 2001, pak Puteh masih di sini saya ingat bagaimana, saya Menperindag kala itu usulkan Sabang itu jadi pelabuhan bebas,” ungkap Luhut dalam pernyataan virtual dikutip, Jakarta, Kamis (9/9/2021).

Luhut juga menceritakan pernah berkirim surat ke Kementerian Keuangan untuk usulan yang dia pernah gagas beberapa tahun lalu.

“Waktu itu saya tulis ke Kementerian Keuangan Namun, 3 minggu berjalan surat itu tak kunjung mendapatkan jawaban-jawaban. Tahu-tahu akhirnya saya mendapat perintah untuk menjadi Ad Interim Menteri Keuangan alias jabatan sementara Menteri Keuangan,” cerita Luhut.

Meskipun hanya lulusan akademi militer dan tentara, Luhut bisa menjabat dan pernah menjadi ad interim Menteri Keuangan.

“Jadi saya pernah juga nih biar cuma tentara, lulusan akademi militer, pernah juga ad interim Menteri Keuangan juga. Menteri Keuangannya waktu itu sedang pergi ke Hawai kalau saya tidak keliru,” ungkap Luhut.

Semasa menjabat, Luhut bertanya terkait surat yang pernah dilayangkan kepada Kementerian Keuangan tentang gagasannya Sabang menjadi pelabuhan bebas.

“Udah enggak ada suratnya pak Menteri, saya punya hak enggak untuk menandatangani surat yang dikirimkan saya itu, sini bawa ke saya besok. Saya teken dan kemudian bisa impor barang waktu itu di Sabang,” katanya.

Selanjutnya

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *