Menu
Suara Masyarakat Indonesia

Ini yang Disesalkan Komnas PA dari Bebasnya Saipul Jamil : Okezone Celebrity

  • Share
https: img.okezone.com content 2021 09 10 33 2469008 ini-yang-disesalkan-komnas-pa-dari-bebasnya-saipul-jamil-RjCNSvdKLF.jpg

KOTA BATU – Penyambutan artis Saipul Jamil keluar dari penjara mendapat kritikan dari Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Arist Merdeka Sirait. Menurut Arist, apa yang ditampilkan oleh media dan sejumlah Industri penyiaran menunjukkan kebebasan Saipul Jamil menyakiti hati korban.

Terlebih usai dinyatakan bebas, Saipul disambut bak pahlawan dan bahkan diarak menggunakan mobil mewah. Tak hanya itu saja, penyambutan tersebut juga seolah mengindikasikan bahwa yang bersangkutan menjadi pemenang dalam kasus tersebut.

Baca Juga:

Agung Suprio Sebut KPI Alami Perdebatan Kencang Saat Bahas Saipul Jamil

KPI Izinkan Saipul Jamil Tampil di Televisi, Asal….

Disebutkan Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait, pelecehan dan kekerasan seksual masuk kategori kejahatan luar biasa. Maka seharusnya hukumannya juga luar biasa. Sesuai dengan UU nomor 17 tahun 2016, setiap orang yang melakukan kejahatan seksual secara berulang-ulang maka hukumannya maksimal 20 tahun.

“Bahkan dalam kasus tertentu bisa ditambah dengan kebiri. Kalau memnag unsur-unsurnya memenuhi maka selain ancaman hukuman penjara juga bisa dikebiri,” ucap Arist ditemui di Mapolres Batu, pada Kamis (9/9/2021).

Dalam hal ini, Arist menilai bahwa glorifikasi yang dilakukan pada kebebasan Saipul Jamil bukanlah tayangan yang mendidik. Pasalnya seseorang yang sudah terbukti salah dalam kasus kejahatan seksual dan bahkan penyuapan, justru disambut bak pahlawan. Padahal apa yang dilakukan oleh yang bersangkutan bukanlah sesuatu hal yang bisa menjadi teladan bagi banyak orang terutama generasi muda.

“Makanya kami menyerukan untuk boikot untuk semua tayangan yang mengekspos Saipul Jamil. Kalau perlu matikan saja televisi saat tayangan itu muncul,” terangnya.

Selain itu, Arist menyebut bahwa tak ada jaminan orang sudah menjalani hukuman penjara tidak akan melakukan kejahatan yang sama. Untuk itu, sudah seharusnya para pelaku kejahatan seksual itu mendapat hukuman yang berat. Pasalnya apa yang mereka lakukan itu akan sangat membekas dan membuat korban terus dihantui trauma. Terlebih saat pelaku terus-terusan mendapat panggung di televisi. Tentu akan sangat menyakiti perasaan korban yang berusaha untuk kembali normal pasca mengalami kejadian buruk itu.

“Harusnya memang jangan diberi panggung untuk beberapa waktu atau istilahnya dimatikan karirnya sementara. Sama halnya seperti kasus korupsi yang pelakunya juga dimatikan karir politiknya,” jelasnya.

Pihaknya meminta kepada Saipul Jamil untuk meminta maaf kepada korban. Sebab, meski dirinya sudah menjalani hukuman dan bebas. Tetapi tetap ada tanggung jawab moral atas apa yang dilakukan kepada korban.

“Setelah itu, dia juga harus meminta maaf secara terbuka atas apa yang sudah terjadi. Agar masyarakat juga tahu bahwa dia sudah menyesali perbuatannya,” pungkasnya.

Selanjutnya

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *