Menu
Suara Masyarakat Indonesia

Ini Hukumnya Menjalani Puasa di Dua Waktu Berbeda

  • Share
Ini Hukumnya Menjalani Puasa di Dua Waktu Berbeda


Jakarta

Seorang musafir tidak diwajibkan berpuasa, tapi boleh juga untuk tetap berpuasa. Lantas bagaimana hukumnya jika menjalankan puasa di dua waktu berbeda?

Musafir diartikan sebagai seseorang yang melakukan perjalanan jauh. Kata ‘musafir’ diambil dari Bahasa Arab ‘Safara’ yang artinya berpergian. Namun, perjalanan seperti yang yang dikategorikan sebagai musafir?

Menurut Muhammad Bagir dalam Fiqih Praktis, seseorang disebut musafir ketika berpergian dalam jarak sekitar 80,6 km. Karenanya musafir diberi keringanan oleh Allah SWT saat beribadah sebagai bukti kasihnya.

Baca Juga : Hukum Makan Sahur dan Puasa tapi Belum Mandi Wajib

Ini Hukumnya Menjalani Puasa di Dua Waktu Berbeda Foto: iStock

Hukum keringanan beribadah itu disebut juga rukhsah. Salah satunya keringanan untuk tidak diwajibkan puasa bagi para musafir. Namun, musafir juga boleh memilih untuk tetap berpuasa jika dirasa mampu.

“Dari Aisyah ra, ia berkata bahwa Hamzah bin Amr al-Aslami pernah bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai puasa dalam perjalanan. Lantas beliau pun menjawab, ‘Jika kamu menghendaki maka berpuasalah, dan jika kamu tidak menghendaki maka batalkanlah,” (HR. Muslim).

Namun, bagi yang memilih tetap berpuasa mereka akan menjalankan ibadah puasa dalam dua waktu yang berbeda. Misalnya saat sahur berada di Waktu Indonesia Barat (WIB), kemudian saat berbuka di Waktu Indonesia Timur (WIT).

Ini Hukumnya Menjalani Puasa di Dua Waktu BerbedaIni Hukumnya Menjalani Puasa di Dua Waktu Berbeda Foto: iStock

Tak sedikit yang menanyakan soal hukum menjalan ibadah puasa di dua waktu yang berbeda seperti dalam perjalanan musafir. Waktu manakah yang harus dijadikan patokan oleh Musafir untuk berbuka puasa, di WIB atau WIT?

Persoalan tersebut pernah diterangkan lewat sebuah Hadist Bukhori, “Ibnu Abu Aufa berkata: Kami pernah bersama Rosulullah SAW dalam suatu perjalanan yang ketika itu berkata pada seseorang,”

“Rosulullah SAW berkata ‘Turunlah di sini dan siapkan minuman buatku’. Orang itu berkata ‘Wahai Rosulullah, bukankah masih ada matahari?. Beliau berkata lagi ‘Turunlah di sini dan siapkan minuman buatku,”.

Ini Hukumnya Menjalani Puasa di Dua Waktu BerbedaIni Hukumnya Menjalani Puasa di Dua Waktu Berbeda Foto: iStock

Nabi Muhammad SAW terus menjawab hal yang sa,a begitu ditanya dengan pertanyaan yang sama. Hingga akhirnya orang tersebut pun memenuhi permintaan Nabi Muhammad SAW. Rosulullah SAW langsung meminum dan melempar air ke suatu arah.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Apabila kalian telah melihat malam sudah datang dari arah sana, maka orang yang berpuasa sudah boleh berbuka,”.

Dalil tersebut ditafsirkan untuk menjalankan puasa mulai dari fajar atau terbit matahari hingga terbenam matahari. Jadi, jika berpuasa di WIB lalu melakukan perjalanan hingga ke daerah dengan WIT, maka berbuka mengikuti WIT meski berbeda satu atau dua jam dari WIB.

Baca Juga : Jalani Puasa tanpa Makan Sahur? Ini Hukumnya dalam Islam

Simak Video “Kunci Puasa Lancar, Ahli Gizi: Penting Makan Sahur
[Gambas:Video 20detik]
(raf/odi)




Source link

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *