Menu
Suara Masyarakat Indonesia

Facebook Tak Beri Tahu 530 Juta Pengguna Ternyata Data Bocor

  • Share
Facebook Tak Beri Tahu 530 Juta Pengguna Ternyata Data Bocor

Jakarta, CNBC Indonesia – Facebook tidak memiliki rencana untuk memberitahu ratusan juta penggunanya yang terdampak kebocoran data. Disampaikan juru bicara perusahaan, mereka tidak yakin punya visibilitas penuh untuk memberitahu pengguna.

Dia juga menambahkan alasan tak memberitahu karena para pengguna tidak bisa memperbaiki kesalahan dan data yang tersedia untuk umum. Facebook mengklaim telah menutup celah setelah mengidentifikasikan masalah saat itu.

Facebook juga membela diri jika informasi yang didapatkan tidak termasuk soal keuangan, kesehatan atau password, dikutip dari Reuters, Kamis (8/4/2021).


Perusahaan milik Mark Zuckerberg itu juga telah lama diawasi soal caranya menangani privasi penggunanya. Tahun 2019 lalu, Facebook telah mencapai kesepakatan dengan Federal Trade Commission AS atas investigasi mengenai penyalahgunaan data pengguna.

Penyelesaian itu termasuk Facebook diharuskan melaporkan detail tentang akses yang tidak sah pada 500 atau lebih pengguna. Laporan ini harus dilakukan dalam waktu 30 hari setelah mengonfirmasi kejadian.

Atas kejadian beberapa hari lalu, Komisi Perlindungan Data Irlandia dan Regulator Utama untuk Facebook di Uni Eropa menyatakan telah menghubungi perusahaan. Menurut mereka, Facebook tidak memiliki komunikasi proaktif namun sudah pernah saling berhubungan.

Juru bicara facebook menolak mengomentari soal percakapan bersama para regulator itu. Namun perusahaan telah menghubungi pihak otoritas untk menjawab pertanyaan mereka.

Sebelumnya 533 juta data pengguna yang berasal dari 106 negara diduga bocor. Informasi tersebut diungkap oleh CTO Hudson Rock, Alon Gal.

Alon menemukan insiden itu pada Januari yakni saat penggun di forum peretas mengiklankan bot otomatis menjual nomor ponsel dari ratusan juta pengguna Facebook.

Dari ratusan juta tersebut, terdapat data pengguna dari Indonesia berjumlah 130.331 pengguna. Sedangkan untuk negara lain ada dari AS sebanyak 32 juta, Inggris 11 juta dan 6 juta dari India.

Data yang bocor itu kabarnya terdiri dari nomor ponsel, ID Facebook, nama lengkap, tanggal lahir dan bio. Beberapa kasus bahkan terdapat kebocoran untuk alamat email.

[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)


Sumber CNBC

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *