Menu
Suara Masyarakat Indonesia

Duh Gimana Dong! Harga Emas Antam Anjlok Nyaris 7% 3 Bulan

  • Share
Duh Gimana Dong! Harga Emas Antam Anjlok Nyaris 7% 3 Bulan

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga emas batangan  produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. atau yang dikenal dengan emas Antam anjlok tajam di kuartal I-2021, mengikuti ambrolnya harga emas dunia. Padahal emas di tahun ini digagang-gadang akan kembali bersinar seperti tahun lalu. 

Berdasarkan data dari situs resmi PT Antam, logammulia.com, harga emas Antam ukuran/satuan 1 gram anjlok 6,5% sepanjang kuartal I-2021. 


Anjloknya harga emas antam di kuartal I-2021 tak lepas dari merosotnya harga emas dunia. Melansir data Refinitiv, harga emas dunia ambrol nyaris 10%, padahal faktor-faktor yang membuatnya melesat pada tahun lalu masih ada.

Bank sentral AS (The Fed) masih mempertahankan suku bunga 0,25%, dan tidak akan dinaikkan hingga tahun 2023. Sementara program pembelian aset (quantitative easing/QE) masih dilakukan dengan nilai US$ 120 miliar per bulan.

Kemudian pemerintah AS juga menggelontorkan stimulus fiskal senilai US$ 1,9 triliun pada pertengahan Maret lalu.

Stimulus moneter dan fiskal tersebut merupakan bahan bakar utama emas dunia untuk menanjak pada tahun lalu, hingga akhirnya mencapai rekor tertinggi sepanjang masa US$ 2.072,49/troy ons pada 7 Agustus 2020.

Kenaikan harga emas dunia tersebut membuat emas Antam juga meroket dan menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa Rp 1.065.000/batang untuk satuan 1 gram, juga pada 7 Agustus tahun lalu.

Memasuki tahun 2021, emas sebenarnya diprediksi akan kembali bersinar mengingat adanya stimulus moneter dan fiskal di AS. Tetapi kenyataanya harga emas dunia malah ambrol dan emas Antam pun terseret.

Kenaikan yield obligasi (Treasury) AS menjadi penekan utama harga emas dunia. Yield Treasury AS tenor 10 tahun saat ini berada di level tertinggi sejak Januari 2020, saat hidup masih normal, virus corona belum menyerang dunia.

Treasury sama dengan emas merupakan aset aman (safe haven). Bedanya Treasury memberikan imbal hasil (yield) sementara emas tanpa imbal hasil.

Dengan kondisi tersebut, saat yield Treasury terus menanjak maka akan menjadi lebih menarik ketimbang emas. Sehingga emas menjadi kurang diuntungkan ketika yield Treasury menanjak, sebaliknya saat yield turun maka emas akan mendapat sentimen positif.

Meski demikian, merosotnya harga emas Antam tidak sebesar emas dunia. Sebab, nilai tukar rupiah yang melemah 3,5% sepanjang kuartal I.

Emas dunia dibanderol dengan dolar AS, ketika Mata Uang Garuda melemah maka harganya akan lebih mahal ketika dikonversi ke rupiah. Oleh karena itu, pelemahan rupiah membuat penurunan harga emas Antam tidak sedalam emas dunia.

TIM RISET CNBC INDONESIA 

[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)


Sumber CNBC

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *