Menu
Suara Masyarakat Indonesia

Bukan Hoaks! Pegang 5 Saham LQ45 Ini Antitekor Saat IHSG Drop

  • Share
Bukan Hoaks! Pegang 5 Saham LQ45 Ini Antitekor Saat IHSG Drop

Jakarta,CNBC Indonesia – Bulan terakhir di kuartal pertama 2021 memang menjadi periode yang buruk bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sempat melesat kencang hingga menembus level 6.350 pada awal Maret, IHSG harus rela terkoreksi.

Sebulan terakhir IHSG harus rela terdepresiasi parah 3,92% ke level 6.003,32 bahkan beberapa kali IHSG terpaksa meninggalkan level 6.000.

Seiring dengan koreksi IHSG, ternyata indeks acuan bursa lainnya yakni LQ45 yang menjadi indeks yang memiliki 45 konstituen saham dengan perdagangan paling likuid dan prospek pertumbuhan yang oke, terkoreksi cukup dalam yakni 4,03%.


Meskipun indeksnya terkoreksi ternyata terdapat beberapa saham unggulan yang masih mampu melesat belasan hingga puluhan persen dalam sebulan terakhir.

Simak tabel berikut, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI):

Tercatat terdapat lima saham konstituen indeks LQ45 yang mampu membukukan kinerja positif double digit selama sebulan terakhir ini.

Kenaikan dipimpin oleh PT JAPFA Tbk (JPFA) yang sukses melesat 22,19% ke level harga Rp 2.100/unit. Selain JPFA muncul emiten pakan ternak lain yang melesat kencang di posisi keempat yakni PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang loncat 11,02% ke level harga Rp 7.025/unit.

Kenaikan saham pakan ternak ini menyongsong Hari Raya Lebaran yang akan berlangsung di awal kuartal kedua. Emiten unggas seperti JPFA dan CPIN memang secara historis diuntungkan Hari Raya Idul Fitri yang biasanya akan menyebabkan harga ayam potong menjadi naik.

Selanjutnya muncul nama emiten properti PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) yang berhasil melesat kencang sebulan terakhir sebesar 11,49% ke angka Rp 955/unit dan menduduki posisi ketiga.

Kenaikan saham properti terjadi setelah pemerintah memberikan stimulus khusus untuk sektor properti yang terdampak parah oleh pandemi.

Sebelumnya pemerintah memberikan insentif bagi sektor properti dimana adanya kebijakan DP 0% untuk pembelian properti hunian serta pemotongan PPN yang akan dikurangi menjadi 0% dari 10%.

Pemotongan pajak ini akan mengurangi harga properti hingga 9% karena PPN ini biasanya ditanggung oleh para pembeli bukan dari developer properti. Penurunan harga rumah dan DP 0% tentunya diharapkan mampu mendongkrak penjualan properti.

Selain itu Bank Indonesia juga terus memotong suku bunga acuannya ke level terendah dalam sejarahnya di angka 3,5%. Penurunan suku bunga menguntungkan sektor properti karena dengan turunya suku bunga maka minat konsumen untuk melakukan pembelian rumah akan meningkat karena bunga yang murah.

Terakhir ada pula saham emiten Prajogo Pangestu PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) yang menduduki posisi kedua apresiasi setelah melesat 17,24% di level harga Rp 11.025/unit dan emiten barang konsumsi grup salim PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang terbang 10,20% ke level harga Rp 6.750/unit pada periode yang sama.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)


Sumber CNBC

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *